Sudahkah kamu ketahui beberapa penyebab melabsorbsi makanan itu terjadi.

Dapat kita ketahui bersama dalam beberapa kasus malabsorpsi makanan, baik makronutrien (protein, karbohidrat, lemak) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral), ternyata tidak dapat diserap secara memadai oleh usus halus ke aliran darah. Gangguan penyerapan nutrisi tersebut dapat terjadi untuk satu macam nutrisi tertentu, seperti intoleransi laktosa, ataupumn pada beberapa macam nutrisi, sepertihalnya yang terjadi pada sipenderita penyakit celiac atau penyakit Crohn. Kondisi tersebut ternyata  bisa mengakibatkan seseorang mengalami gizi buruk yang ditandai dengan pertambahan berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur. .Terdapat berbagai hal yang dapat menjadi penyebab melabsobrsi makanan tersebut.  termasuk di antaranya adalah akibat penyakit dan kelainan bawaan. Kondisi ini ternyata juga dapat dialami oleh laki-laki atau perempuan dalam berbagai usia. adapun beberapa Gejala malabsorpsi makanan yang ternyata bisa bermacam-macam, tergantung dari jenis nutrisi yang tidak terserap dengan baik pada tubuh tersebut. beberapa gejala yang meliputi diantaranya:

  • Malabsorpsi gula yang ditandai dengan perut kembung dan diare kronis.
  • Malabsorpsi lemak; ditandai dengan tinja yang berwarna terang atau berbau busuk.
  • Malabsorpsi protein; ditandai dengan edema (penumpukan cairan) dan rambut rontok atau kering.
  • Malabsorpsi vitamin dan mineral; ditandai dengan gejala anemia, tekanan darah rendah, gizi buruk.[1]

“dilansir dari laman Sehatq” Gejala dari penyakit malabsorbsi yang terjadi ketika nutrisi yang tidak dapat diserap melewati saluran pencernaan. Banyak beberapa gejala yang terjadi secara berbeda tergantung dari nutrisi spesifik atau banyak nutrisi yang tidak terserap. Gejala lainnyapun dapat terjadi karena defisiensi dari nutrisi tersebut yang disebabkan oleh penyerapan yang buruk. Diare kronis, penurunan berat badan, serta fases abnormal, sepertihalnya berbau dan berwarna terang. Serta ruam kulit yang bersisik. Dan perut yang terasa kembung merupakan gejala yang penjadi penyebab melabsorbsi makanan itu terjadi. Perlu untuk kita ketahui juga, bahwasanya ada beberapa  kondisi yang dapat menyebabkan malabsorbsi sindrom, mulai dari penyakit tertentu sampai infeksi atau cacat lahir. Penyebab malabsorbsi makanan, diantaranya adalah:

  • Kerusakan pada usus halus yang disebabkan oleh infeksi, radang, trauma atau pembedahan.
  • Penggunaan jangka panjang dari antibiotik
  • Cholestyramine biliary atresia dimana duktus empedu tidak berkembang secara normal dan menghambat aliran cairan empedu dari hati.
  • Cacat kongenital
  • Terapi radiasi yang dapat melukai lapisan usus halus
  • Obat–obatan tertentu yang dapat mencederai lapisan usus halus seperti tetrasiklin, colchicines
  • Penyakit pada kantung empedu, hati atau pankreas
  • Penyakit yang disebabkan oleh parasit
  • Kondisi medis seperti penyakit celiac, penyakit crohn, pankreatitis kronis, atau fibrosis kistik.
  • Intoleransi laktosa atau defisiensi laktosa

Adapun beberapa penyebab malabsorbsi makanan yang jarang terjadi, seperti:

  • Tropical sprue yaitu kondisi yang disebabkan oleh inflamasi atau peradangan dari usus halus, sehingga usus sulit menyerap nutrisi dari makan, terutama asam folat dan vitamin B12, dan mungkin berhubungan dengan faktor lingkungan seperti toksin dalam makanan, infeksi atau parasit. Penyakit ini paling umum terjadi pada daerah Karibia, India dan beberapa daerah di Asia tenggara.
  • Sindrom usus pendek (short bowel syndrome–SBS). Dapat terjadi karena cacat lahir atau terjadi setelah operasi pengangkatan beberapa bagian usus kecil.
  • Penyakit Whipple yang disebabkan oleh infeksi bakteri Tropheryma whipplei.

Berikut beberapa faktor risiko untuk sindrom malabsorbsi, diantaranya adalah:

  • Riwayat keluarga dengan fibrosis kistik atau malabsorbsi
  • Mengosumsi alkohol dalam jumlah besar
  • Bepergian ke daerah Karibia, India atau Asia tenggara
  • Menjalani pembedahan usus
  • Menggunakan obat–obatan tertentu seperti pencahar atau mineral oil
Sumber: Alodokter.com



[1] Sumber referensi Alodokter.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*